Business Process Reengineering, Prototyping, CASE-Tool

 

 

Business Process Reengineering

Business Process Reengineering dikenal juga dengan istilah Business Process Redesign (Perancangan Ulang Proses Bisnis),Business Transformation, atau Business Process Change Management. Business Process Reengineering (BPR) dimulai sebagai teknik sektor privat untuk mendukung organisasi secara fundamental memikirkan kembali bagaimana mereka mengerjakan bisnis yang mampu meningkatkan jasa kepada pelanggan, memotong biaya operasional dan menjadi kompetitor kelas dunia. Kunci utama dalam perancangan ulang adalah pengembangan sistem informasi dan jaringan. Organisasi-organisasi besar semakin banyak menggunakan teknologi ini untuk lebih mendukung proses bisnis yang inovatif dibanding memperbaiki metode kerja pada saat yang sama.BPR meliputi analisis  dan perancangan alur kerja (workflow) dan proses-proses dalam sebuah organisasi.

Pada intinya perancangan ulang bisnis ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas perusahaan sehingga diharapkan kedepannya akan mampu memberikan tingkat return ( laba ) yang lebih tinggi. Serta dapat memuaskan pelanggannya.

Perusahaan yang pernah melaksanakan Business Process Reengineering ini banyak sekali. salah satu yang saya tahu adalah Mc. Donald.

 

Prototype
Prototyping merupakan salah satu metode pengembangan perangat lunak yang banyak digunakan. Dengan metode prototyping ini  pengembang dan pelanggan dapat saling berinteraksi selama proses pembuatan sistem.
Sering terjadi seorang pelanggan hanya mendefinisikan secara umum apa yang
dikehendakinya tanpa menyebutkan secara detal output apa saja yang dibutuhkan, pemrosesan dan data-data apa saja yang dibutuhkan. Sebaliknya disisi pengembang kurang memperhatikan efesiensi algoritma, kemampuan sistem operasi yang menghubungkan manusia dan komputer.Kunci agar model prototype ini berhasil dengan baik adalah dengan mendefinisikan aturan-aturan main pada saat awal, yaitu pelanggan dan pengembang harus setuju bahwa prototype dibangun untuk mendefinisikan kebutuhan. Dengan kata lain prototype ini digunakan untuk membuat sebuah pola permodelan pengembangan sistem informasi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Tahapan-tahapan Prototyping

 

  1. Pengumpulan kebutuhan : Pelanggan dan  pengembang bersama-sama mendefinisikan  format seluruh perangkat lunak, mengidentifikasikan semua kebutuhan, dan garis besar sistem yang akan dibuat.
  2. Membangun prototyping : dengan membuat perancangan sementara yang berfokus pada penyajian kepada pelanggan (misalnya dengan membuat input dan format output)
  3. Evaluasi protoptyping : Evaluasi ini dilakukan oleh pelanggan apakah prototyping yang sudah dibangun sudah sesuai dengan keinginann pelanggan. Jika sudah sesuai maka langkah 4 akan diambil. Jika tidak prototyping direvisi dengan mengulangu langkah 1, 2 , dan 3.
  4. Mengkodekan sistem : Dalam tahap ini prototyping yang sudah di sepakati diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman yang sesuai .
  5. Menguji sistem : Setelah sistem sudah menjadi suatu perangkat lunak yang siap pakai, harus dites dahulu sebelum digunakan.  Pengujian ini dilakukan dengan White Box, Black Box,  Basis Path, pengujian arsitektur dan lain-lain
  6. Evaluasi Sistem : Pelanggan mengevaluasi apakah sistem yang sudah jadi sudah sesuai dengan yang diharapkan . Jika ya, langkah 7 dilakukan; jika tidak, ulangi langkah 4 dan 5.
  7. Menggunakan sistem : Perangkat lunak yang telah diuji dan diterima pelanggan siap untuk digunakan.

Perusahaan yang menggunakan teknik prototype ini juga banyak sekali, teruama yang berhubungan dengan kebutuhan sistem informasi Akuntansinya. Salah satu contohnya adalah Perusahaan Mustika Ratu, tbk ( Produsen Kosmetik )

 

COMPUTER-AIDED SOFTWARE ENGINEERING (CASE) 

CASE merupakan penggunaan metode berbantuan komputer untuk  mengorganisasikan dan mengendalikan pengembangan software, khususnya pada proyek yang besar dan kompleks, yang melibatkan banyak komponen software dan manusia. Penggunaan CASE memungkinkan desainer, programmer, tester, perencana, dan manajer saling berbagi pandangan mengenai setiap tahapan proyek yang sedang dikerjakan. CASE membantu bertindak sebagai tempat penyimpanan atau dapat dihubungkan dengan dokumen dan library program yang berisi business plan, design requirement, design specification, detailed code spesification, the code unit, test case and result, dan marketing and service plan.

CASE pertama kali dibuat pada tahun 1970-an ketika perusahaan-perusahaan komputer mulai meminjam ide-ide dari proses pembuatan hardware dan menerapkannya di dalam pengembangan software. Beberapa CASE Tool didukung oleh konsep-konsep pemrograman terstruktur dan metode pengembangan lainnya. Di beberapa perusahaan, CASE Tools telah menjadi bagian dari spektrum proses yang dirancang untuk menjamin kualitas pengembangan.

Beberapa manfaat CASE dan pendekatan yang sejenisnya, dengan menyertakan konsumen sebagai bagian dari proses, sebuah produk dapat memenuhi kebutuhan yang sebenarnya. Karena proses pengembangan menekankan pada testing dan redesign, biaya perawatan produk selama masa pakainya dapat dikurangi. Sebuah pendekatan pengembangan terorganisasi mendorong penggunaan ulang (reuse) kode dan desain, mengurangi biaya dan meningkatkan kualitas.

CASE TOOL

Sebuah CASE Tool adalah sebuah produk berbasis computer yang tujuannya mendukung satu atau lebih aktivitas kerekayasaan software dalam proses pengembangan software.

 

Perusahaan yang menerapkan case tool ini adalah Facebook, Inc, Microsoft , Inc

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *