TUGAS MANAJEMEN STRATEJIK

CV. INORMAZ SINAR SEJAHTERA

Ditulis oleh : Yuni Kartika – 01109047

LATAR BELAKANG PERUSAHAAN

CV. Inormaz Sinar Sejahtera merupakan perusahaan skala home industri yang kegiatan utamanya adalah memproduksi sekaligus memasarkan produk bumbu-bumbu masakan. Berdiri sejak tahun 2007 dengan produk awalnya berupa tepung bumbu serbaguna dengan merk Nasya kini Inormaz Sinar Sejahtera telah memiliki beberapa produk bumbu diantaranya lada bubuk, tepung rempeyek, dan sebagainya yang telah beredar di Surabaya, Jombang, Jember dan beberapa kota lainnya di Jawa Timur.

Dengan mengedepankan aspek kesehatan pada produk-produknya Inormaz sinar Sejahtera berkomitmen untuk tidak menambahkan bahan-bahan berbahaya untuk tubuh seperti bahan pengawet, namun dengan harga jual yang tetap kompetitif.

Ditengah persaingan usaha yang begitu ketat, Inormaz Sinar Sejahtera berusaha untuk tetap survive dengan selalu mengusahakan pengembangan-pengembangan serta penambahan produk-produk baru yang sesuai dengan keinginan pasar, namun dengan tetap memegang teguh idealisme perusahaan yang tertuang dalam visi dan misi perusahaan.

Profil Perusahaan

Nama Perusahaan : CV. Inormaz Sinar Sejahtera

Nama Penanggung Jawab : Mohammad Zamroni, SH

Alamat Perusahaan : Jalan Barata Jaya XVII No.43 Surabaya

NPWP : 03.181.600.2-643.000

KBLI : 47592

VISI :

” Menjadi Perusahaan Produsen Makanan Yang Paling Sehat, Paling Aman Dikonsumsi Serta Paling Diminati”

MISI:

  • Mengutamakan kualitas dalam hal apapun yang dilakuan, baik dalam hal pelayanan penjualan maupun produk yang dihasilkan.
  • Mengembangkan inovasi-inovasi produk yang sehat, aman, dan disukai banyak orang.
  • Menumbuhkan ketrampilan dan kompetensi karyawan.
  • Meningkatkan kualitas produksi dan teknologinya secara berkesinambungan.
  • Ikut berkontribusi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar dan  lingkungan secara berkelanjutan.

TUJUAN:

    • Mencapai target penjualan diatas lima ratus juta rupiah per bulan sampai tahun 2015

    • Mencapai kesejahteraan karyawan dengan gaji dan bonus yang sesuai dengan cost yang dikeluarkan.

    • Mencapai target  minimalisir returan dan komplain produk sampai dengan 1/1000 produk yang diproduksi sampai dengan 2015.

    • Memenuhi SDM yang kompeten dibidangnya masing – masing,  dengan cost yang proporsional terhadap laba yang dihasilkan.

ANALISA SWOT

Bobot setiap faktor dari Strenght, Weakness, Opportunity danThreat diberi nilai = 1,00

  • STRENGTH ( KEKUATAN )

  • WEAKNESS ( KELEMAHAN )

  • OPPORTUNITIES ( PELUANG )

  • THREATS ( ANCAMAN )

Kesimpulan:
Berdasarkan hasil-hasil yag didapat dari analisis internal dan eksternal pada table, seperti dituliskan di atas, hasilnya dapat dirangkum sebagai berikut:
* Skor Total Kekuatan            : 2,19
* Skor Total Kelemahan         : 2,53
* Skor Total Peluang               : 3,06
* Skor Total Ancaman            : 3,05
Berpijak dari skor total ini, maka penentuan posisi CV. INORMAZ SINAR SEJAHTERA dapat digambar sebagai Matrik SWOT yang dapat dilihat pada Gambar di bawah.
Untuk mencari koordinatnya, dapat dicari dengan cara sebagai berikut:
Koordinat analiisis Internal:
(skor total kekuatan – skor total kelemahan) : 2 =
(2,19 – 2,53) : 2 = -0.17
Koordinat analiisis Eksternal:
(skor total peluang – skor total ancaman) : 2 =
(3,06 – 3,05) : 2 = 0,0055
Jadi titik koordinatnya terletak pada (-0,17 ; 0.0055)

MATRIK SWOT

Berdasarkan diagram bobot dan rating setiap unsur matrik SWOT sebagaimana disajikan di atas dapat diketahui bahwa posisi perusahaan / Instansi pada saat ini berada pada Kuadran II yaitu kuadran Stabilitas dimana strategi umum yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah perusahaan dapat membuat keunggulan pada kesempatan sebagi acuan untuk memfokuskan kegiatan dengan menghindari kelemahan.

STRATEGI BISNIS UNIT

Berdasarkan anilisa SWOT yang telah dilakukan telah disimpulkan bahwa strategi umum yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah membuat produk menjadi lebih unggul, karena sebenarnya pertumbuhan pasar khusunya produk makanan sangatlah tinggi sedangkan daya saing produk sendiri masih lemah.

Untuk  itu beberapa strategi yang dapat digunakan adalah sebagai berikut :

1. Startegi Pengembangan Produk

Usaha yang dijalankan oleh perusahaan ini merupakan usaha dibidang cunsumer good dengan produk kategori makanan yang diketahui memiliki prospek dan peluang yang cukup menjajikan karena pertumbuhan industri ini akan tumbuh seiring dengan pertumbuhan manusia. Makanan adalah kebutuhan pokok manusia sehingga peluang untuk bisa sukses dalam industri ini sangat besar. Akan tetapi banyaknya pesaing yang bergelut dibidang ini juga akan mengancam keberlangsungan perusahaan yang bersangkutan, baik itu perusahaan asing maupun perusahaan lokal. Untuk itu agar dapat mengambil ceruk pasar yang ada maka dibutuhkan strategi pengembangan produk dengan kualitas yang baik dengan harga yang bersaing. Tentu hal ini tidak mudah mengingat strategi ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit karena untuk mengembangkan produk yang memiliki kualitas baik haruslah melalui serangkaian penelitian dengan biaya yang tidak sedikit, akan tetapi jika ingin unggul dari pesaing memang sudah seharusnya perusahaan memiliki produk inovativ  dengan kualitas yang baik dan dengan harga yang bersaing dan dapat dijangkau  oleh segmen pasar yang dituju.

2. Diversifikasi horisontal

Yaitu menambah produk-produk baru yang tidak berhubungan untuk memuaskan pelanggan yang sama. Selama ini perusahaan ini hanya menjual produk bumbu racikan, jadi untuk  menambah pendapatan agar meningkatkan daya saing perusahaan mungkin perusahaan dapat menerapkan strategi ini. Misalnya dengan memproduksi bumbu-bumbu dapur original dalam bentuk serbuk sehingga lebih higienis dan instan. Contoh produk yang dapat diproduksi adalah bawang putih serbuk, ketumbar bubuk, cabe bubuk dan lain sebagainya.

Program Kerja Organisasi

Berikut ini disajikan program kerja organisasi yang dibuat berdasarkan strategi organisasi. Dalam program kerja yang dibuat, harus mengandung competitive advantage ( keunggulan kompetitif) sebagai berikut :

1. Cost Advantage ( keunggulan biaya ), terdiri dari :

  • Biaya Variabel
  • Biaya pemasaran
  • Biaya operasional

2. Differentation Advantage ( keunggulan diferensiasi ), terdiri dari :

  • Product differentiation
  • Service Quality
  • Brand reputation

3. Marketing Advantage ( keunggulan pemasaran ), terdiri dari :

  • Distribution
  • Usaha penjualan
  • Brand Awareness
Program Kerja : Memproduksi ketumbar bubuk
> Keunggulan Biaya:
       Biaya Variabel : Produk ini diproduksi dengan mesin, tempat, peralatan, tenaga kerja  yang sama dengan produk lada bubuk, sehingga dapat menghemat biaya.
       Biaya pemasaran : Produk ini juga akan didistribusikan dengan armada yang sama sekali jalan dengan produk lainnya, sehingga  dapat menghemat biaya pemasaran.
       Biaya Operasioanal : ketika membeli bahan baku ketumbar dapat sekali jalan ketika membeli bahan baku lainnya, selain itu semua kegiatan operasional dalam proses pembuatan produk ini juga sama dengan pembuatan produk lainnya sehingga dapat memaksimalkan penggunaan biaya operasional produksi, yang berbeda hanya biaya bahan baku.
> Keunggulan Diferensiasi
      Diferensiasi Produk : produk ketumbar bubuk ini termasuk baru karena di kemas dalam kemasan sachet yang praktis dan higienis, sedangkan kompetitor kebanyakan menggunakan wadah pot plastik dengan lebih dari 1x penggunaan produk sehingga lebih mahal dan kurang praktis.
    Service Quality : produk ini terjamin kualitasnya karena diproduksi oleh produsen yang telah lama memproduksi barang sejenis, sehingga lebih berpengalaman dan lebih terjamin kualitasnya, serta jaminan produk rusak dapat diretur.
      Brand Reputation : NASYA ( Cukup di kenal di pasar lokal di beberapa kota di Jawa Timur )
> Keunggulan Pemasaran :
     Distribusi : Menggunakan jaringan distribusi produk pendahulu sehingga lebih mudah untuk penetrasi awal di pasar.
   Usaha Penjualan : tenaga sales dari produk pendahulu akan memperlancar pemasarn produk ketumbar bubuk ini.
   Brand Awarnes : untuk kategori ini brand perusahaan ini memang masih lemah karena keterbatasan biaya promosi, akan tetapi brand juga telah mempunyai pelanggan loyal, meski jumlahnya tidak banyak
This entry was posted in Manajemen Stratejik. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *