UTS Etika Bisnis

KERAHASIAAN BANK

PostDateIcon October 15th, 2011 | PostAuthorIcon Author: hadicahyono

Beberapa waktu yang lalu pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan No 49/PMK.03/2011 mulai melaksanakan sensus pajak yang mana dalam pelaksanaannya petugas sensus akan mendatangi langsung subjek pajak di lokasi subjek pajak untuk pendataan objek pajak serta pengumpulan data perpajakan.Kegiatan tersebut merupakan salah satu program penggali potensi perpajakan dalam rangka memperluas basis pajak, pencapaian target penerimaan perpajakan dan pengamanan penerimaan Negara. Bersamaan dengan sensus ini muncul  pertanyaan seputar kekayaan yang dimiliki seseorang yang tersimpan di Bank,apakah seseorang yang memiliki tabungan di Bank dapat menolak memberitahukan jumlah kekayaan yang dimiliki di bank saat ini.  Untuk menjawab pertanyaan ini kita dapat berpegang pada Undang-Undang RI No 10 Tahun 1998 pada Pasal 41 yang berisi:

1. Untuk kepentingan perpajakan, Pimpinan Bank Indonesia atas permintaan Menteri Keuangan berwenang mengeluarkan perintah tertulis kepada bank agar memberi keterangan dan memperlihatkan bukti bukti tertulis serta surat surat mengenai keadaan keuangan Nasabah Penyimpan tertentu kepada pejabat pajak.

2. Perintah tertulis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), harus menyebutkan nama pejabat pajak dan nama nasabah wajib pajak yang dikehendaki keterangannya.

Berdasarkan undang undang diatas bisa ditarik kesimpulan bahwa untuk dapat mengetahui data keuangan seseorang di Bank, pejabat pajak harus memiliki surat persetujuan dari Pimpinan Bank Indonesia dimana dalam surat tersebut harus menyebutkan nama pejabat pajak dan nama wajib pajak yang dikehendaki keterangannya.

 

http://hadicahyono.dosen.narotama.ac.id/2011/10/15/kerahasiaan-bank/

 

 

 

 

Ulasan :

 

 

Etika bisnis merupakan etika terapan. etika bisnis merupakan aplikasi pemahaman kiata tentang apa yang baik dan benar untuk beragam institusi, teknologi, transaksi, aktivitas dan usaha yang kita sebut bisnis.

Etika dalam bisnis dan perbankan ini terkait dengan moralitas, perbuatan moral yang diartikan sebagagi perbuatan baik dan perbuatan buruk dalam kegiatan bisnis/perbankan. Dalam hubungan itu etika menyentuh aspek individu dan perturan social.


Hubungan antar manusia adalah sangat peka karena sering dipengaruhi oleh emosi yang kadangkala kurang rasional. Dalam hubungan itulah, timbul peraturan-peraturan yang kita sebut norma atau kaidah yang dapat menumbuhkan adanya suatu jaringan peraturan-peraturan, norma atu kaidah yang sangat erat bahkan berhubungan satu dengan yang lain.


Perkataan etika atau etik berasal dari bahasa latin yaitu ethica. Ethos dalam bahasa Yunani berarti norma, nilai kaidah, ukuran bgi tingkah laku yang baik. Secara umum dapat dikataka bahwa, etika merupakan dasar moral, termasuk ilmu mengenai kebaikan dan sifat-sifat tentang hak. Atau dengan kata lain, etika berisi tuntunan tentang perilaku, sikap dan tindakan yang diakui, sehubungan dengan suatu jenis kegiatan manusia.


Dengan etika, orang akan mampu untuk bersikap kritis dan rasional dalam membentuk pendapatnya sendiri dan bertindak sesuai dengan apa yang dapat dipertanggungj wabkan sendiri. Etika juga dapat membantu manusia membedakan antara tingkah laku atau tindakan yang baik dan yagng buruk. Tujuan pokok mengenai etika adalah mempengaruhi dan mendorong kehendak kita supaya mengarah kepada yang berfaedah dan berguna bagi sesame manusia.

 

sumber

This entry was posted in Etika Bisnis. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *