Studi Kasus Siklus Produksi

Nautilus water pumps,inc, memproduksi pompa air mobil. Sejak tahun 1988 perusahaan tersebut telah memasok perusahaan produsen mobil tiga besar (ford motor company, general motor, dan chryslee).nautilus baru-baru ini masuk kepasar mobil jepang buatan amerika. Perusahaan itu kini memasok toyota, nissan, dan honda pompa air untuk operasional perakitan di amerika utara.

Siklus konversi

Pada awal tahun para produsen mobil memberi nautilus pesanan yang didasarkan pada  prediksi anggaran penjualan. Akan tetapi, pesanan ini dijamin hanya untuk bulan pertama; setelah itu setiap produsen mobil dapat merevisi pesanan perbulan. Sistem nautilus saat ini mensyaratkan pesanan bahan baku dimasukkan ke para pemasok setiap tri wulan. Sementara pesanan tersebut memberikan gambaran umum apa yang diharapkan, pesanan dari para produsen mobil, dapat naik atau turun secara dramatis setelah bulan pertama tersebut.

Berdasarkan proses produksi batch saat ini dalam siklus konversinya, pesanan yang sudah disepakati sebelumnya ( blanket order) dikirimkan secara langsung ketahap produksi, perencanaan, dan pengendalian. Dalam tahap ini, bahan baku dan kebutuhan operasi akan ditetapkan. Ditahap inilah dokumen produksi yang dibutuhkan (daftar kebutuhan bahan baku, lembar urutan kerja) dibuat dan digabungkan dengan laporan status  persediaan dari bagian pengendalian persediaan dan spesifikasi teknis yang dibutuhkan dari bagian teknik untuk membuat permintaan pembelian. Saat ini tahap penjadwalan produksi masuk dalam tanggung jawab tempat kerja. Ditempat kerja, supervisor yang bekerja akan membuat perintah kerja, lembar perpindahan dan permintaan bahan baku. Berbagai dokumen ini dikirimkan kebagian akuntansi biaya dan juga digunakan untuk membuat file perintah kerja terbuka. Tempat kerja tersebut juga menahan beberapa salinan dari berbagai dokumen ini, agar dapat digunakan untuk memulai aktivitas  produksi. Dibawah sistem saat ini, ketika produksi dimulai, bahan baku yang berlebih akan langsung dibuang. Pusat kerja juga membuat berbagai dokumen pencatatan waktu kerja yang dibutuhkan (kartu kerja untuk gaji dan kartu pekerjaan), serta mengirimkan informasi ini ke bagian akuntansi biaya juga. Setelah siklus produksi selesai, jadwal produksi dan lembar perpindahan akan digunakan untuk menutup file perintah kerja terbuka, dengan satu salinan perintah kerja akan dikirim ke gudang barang jadi sementara lainnya dikirim ke bagian pengendalian persediaan.

Pada awal tahap produksi, salinan dari permintaan bahan baku dikirimkan ke bagian penyimpanan persediaan agar bahan baku yang dibutuhkan dapat dikeluarkan ke tempat kerja. Sebuah salinan permintaan bahan baku disimpan dalam file dibagian penyimpanan persediaan.

Bagian pengendalian persediaan dilibatkan dalam seluruh proses produksi batch.bagian ini menerbitkan dokumen status persediaan ke fungsi produksi, perencanaan dan pengendalian, agar kebutuhan bahan baku dan operasi dapat ditetapkan. Sebuah salinan dokumen bahan baku diterima dari bagian penyimpanan persediaan hingga file persediaan dapat diperbaharui. Ketika berbagai file tersebut diperbaharui maka permintaan bahan baku dikirimkan ke bagian akuntansi biaya, sementara file yang diperbaharui digunakan juga untuk membuat voucher jurnal yang dikirimkan ke bagian buku besar. Satu salinan dari permintaan bahan baku, permintaan pembelian, dan dokumen perintah kerja akan disimpan di file di bagian pengendalian persediaan.

Ketika bagian akuntansi biaya telah menerima semua informasi  yang dibutuhkan dari berbagai bagian lainnya, file barang dalam proses akan diperbarui. Semua dokumen tempat kerja ( kartu perpindahan, kartu kerja, permintaan  bahan baku, kelebihan bahan baku, dan retur bahan baku), bersama dengan sebuah salinan perintah kerja, disimpan di bagian akuntansi biaya. Pada akhir tahap ini, bagian akuntansi biaya membuat voucheer jurnal dan mengirimkannya ke bagian buku besar. Voucher juranl ini bersama dengan yang dikirimkan oleh bagian pengendalian persediaan digunakan untuk memperbarui  buku besar .

  1. DFD s/d level 1 
  2. Bagan alir (flowchart)
  3. Analisis kelemahan dari sistem  &  saran pengendaliannya
  4. Diagram REA

 

This entry was posted in SIA2. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *